Syaloom

Pujian adalah ekspresi manusia berupa ungkapan hati yang ditujukan kepada Allah, sebagai tanggapan atas perbuatan-Nya dan juga atas diri pribadi Allah sendiri. Sebagai contoh pada saat bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dan diselamatkan oleh Allah dari pengejaran bangsa Mesir, pada saat itulah pujian dinaikkan kepada Allah sebagai ungkapan hati mereka yang penuh sukacita atas apa yang telah Allah lakukan kepada mereka (Kel. 14-15).
Pujian tumbuh dari rasa syukur kepada Allah, yaitu ketika Allah turut mengambil bagian dalam problema kehidupan, maka pada saat itulah rasa syukur dan terima kasih tercipta melalui pujian. Rasa syukur itulah yang menjadi penggerak untuk memuji Allah. Pujian melibatkan pikiran yang yang tertuju kepada Allah kemudian diwujudkan dalam tindakan yang merupakan perbuatan yang memuji Allah.

Pujian kepada Allah lahir dari keputusan untuk bersedia memuji, yang berarti terlepas dari keadaan atau perasaan baik atau buruk, karena pada dasarnya pujian didasarkan atas kebesaran Allah.1 Artinya respons yang terjadi atas perbuatan Allah yang menunjukkan kebesaran Allah, sehingga manusia memuji Allah atas kebesaran-Nya dalam perbuatan-Nya atas kehidupan manusia. Pujian memberikan kekuatan untuk meraih kemenangan atas masalah, tekanan dalam kehidupan manusia. Pujian adalah merupakan senjata yang Allah letakkan dalam diri setiap orang-orang percaya sejak mulai ada dalam dunia (Mat. 21:16) untuk mengalahkan kuasa kegelapan.

Pujian merupakan ekspresi iman yang menunjukkan kepercayaan manusia kepada-Nya atas kuasa-Nya yang bekerja dalam diri tiap orang percaya. Ekspresi iman yang percaya bahwa Allah mengasihi semua orang khususnya yang percaya kepada-Nya. Sehingga Allah melimpahkan berkat serta mujizat dalam kehidupan orang percaya.
Pujian diberikan kepada Allah karena memang Allah layak dipuji (Mzm. 135). Pujian yang dinaikkan kepada Allah tidak mempengaruhi eksistensi Allah sebagai Allah, sebab Ia tetap adalah Allah lepas dari apakah manusia memuji Dia atau tidak.

God Bless You